Posted by Dinna F. Noris on 10:29:00 PM

Malam aidil fitri 1432 H. Aku berlebaran di kampung, tepatnya di Tanjungbalai. Kota kecil dimana aku dilahirkan. Karena sebagian besar masyarakat di kampungku beragama islam, jadi cukup ramai orang yang merayakan idul fitri. Pemeluk agama Kristen dan budha pun ikut serta. Mereka merasakan kegembiraan pada tiap sudut dan ruang. Kenderaan lalu lalang di depan rumahku yang terletak persis di pinggir pasar. Mulai dari mobil jenis city car, mobil keluarga, mobil pick up, hingga sepeda motor terkeren dan terbutut yang knalpotnya sangat berisik dan menyebalkan seperti kentut. Mereka memekikkan takbir lewat pengeras suara. Ada yang diteriakkan dengan...
Posted by Dinna F. Noris on 12:41:00 PM

Rumah kontrakanku letaknya di perumahan Johor. Masih di kota Medan juga. Lingkungannya cukup lah. Cukup menyebalkan maksudku. Keadaan ini diperparah lagi dengan airnya yang berwarna coklat kekuningan. Berbau besi pula. Otomatis, jika mencuci pakaian, warnanya akan sama dengan warna air. Apalagi jika mencuci pakaian putih. Tamatlah riwayatnya. Jalan akhirnya, jadikan saja kain lap kompor atau alas kaki. Nah, alasan inilah yang membuatku berani menyinggahkan 24 potong pakaian ke laundry. Tapi, jangan kira me-laundry pakaian bisa sesuai dengan yang kau inginkan dan dapat mengikuti seleramu. No, mate. Jika kau ingin bersih, jelas-jelas itu mustahil....
Posted by Dinna F. Noris on 11:17:00 PM

Pemecatan itu, tak berdampak buruk pada jiwaku. Tak ada hal rumit dan tak perlu dirisaukan. Biasa saja. Sebab sudah sejak awal kuramalkan akan terjadi pemberhentian secara sepihak oleh perusahaan. Tentunya diembel-embeli alasan yang entah mengapa sampai saat ini tak bisa kumengerti. Tapi begitulah. Hidup acapkali mudah ditebak, namun terkadang teramat sulit untuk dimengerti. Aku turuti permintaan redakturku, keluar dari perusahaan media tempat aku bekerja. Terima tidak terima, kalau sudah pemilik yang bicara, seorang pekerja hanya bisa tertawa nan tak lega dan itupun masih dijejali dengan seribu tanya. Mengapa? Kok bisa? Apa yang terjadi? Benarkah?...
Posted by Dinna F. Noris on 10:08:00 AM

“ayo bang, buka rapatnya” ujar Redakturku . Saat aku menuliskan cerita ini, lelaki berperawakan gendut itu sudah mantan redakturku. Sebut sajalah namanya Rino. “eh, kok aku?” jawab kepala kantor. Aku tak tahu tepatnya posisi beliau ini sebagai apa dan divisi apa. Selama aku bekerja di sana, lelaki separuh baya itu datang siang hari, pulang sebelum ashar. Kerjanya, menginstal komputer, mendownload server, dan acapkali kudapati ia menyapu halaman dan pernah pula mencuci piring. Aku kurang paham aku apa tufoksi beliau. Sebab, manajemen organisasi di kantor tempatku bekerja, tidak mengenal adanya struktural. Tapi kupikir, jangan-jangan mereka memang...
Posted by Dinna F. Noris on 8:58:00 PM

Entah mengapa, aku tahu bagaimana ‘cerita’ hidupku kedepannya. Maksudku, bukan ingin menyerupai Tuhan apalagi mengingkarinya. Tidak. Seluruh hidupku, hanya Tuhan yang tetapkan dan memiliki rahasia padanya. Tapi aku kerap tahu perjalanan hidupku dan apa yang terjadi di dalamnya.
Masih bingung? Baiklah, aku perjelas.
Begini, aku selalu diberitahu pertanda akan terjadi sesuatu. Misalnya, aku tahu kapan akan jatuh saat berjalan, aku tahu tanda-tanda akan dapat rezeki, aku tahu tanda-tanda akan sedih, aku tahu apa yang terjadi denan orang-orang di sekitarku, dan parahnya, aku bisa melukai orang yang menyakitiku, (sejauh ini hal itu sering...
Posted by Dinna F. Noris on 2:27:00 AM
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:"";...
Posted by Dinna F. Noris on 1:04:00 AM

Setahun sudah hingar bingar politik kutinggalkan. Meski tidak total, tapi aku tak lagi terjun ke dalamnya seperti dulu, sewaktu masih berperan aktif di Gerindra. Berkeliling daerah, besosialisasi dengan masyarakat, mengadakan pertemuan mulai dari pusat, cabang, ranting, hingga simpatisan, rapat dari pagi hingga dini hari, berkusut masai mengatur strategi, memaksakan kampanye di kandang sendiri hingga kandang rekan lain dan sesekali harus nginap di rumah sakit gara-gara terlalu sibuk hingga tak memperhatikan kesehatan. Di hari lain, aku harus pula menghadapi pertanyaan dari para wartawan dan pernyataan dari semua orang-orang yang ingin tahu tentangku,...
Posted by Dinna F. Noris on 11:48:00 PM

HUT REPUBLIK INDONESIA KE- 66
Tema: ‘Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup dalam ke-Bhinneka-an untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN’
Apa yang menarik dari peringatan kemerdekaan? “ada panjat pinang, lomba makan kerupuk, balap karung, lomba kelereng, lomba ikat tali sepatu, dan lomba nyanyi” jawab Azza, adikku yang bersekolah di Madrasah Diniyah. “ada marching band!” jawab si cantik Arra, adikku yang paling cerewet dan sok dewasa. “kan keren kak, mereka menari, main musik, dan berbaris rapi” lanjutnya antusias. Sedangkan...
Posted by Dinna F. Noris on 7:51:00 PM

Sekitar pukul 03.30 sore, aku singgah ke toko jam tangan Hendrik di jalan Setia budi, Medan. Mau ngebetulin jan tangan merk Westar peninggalan almarhum emak. Jam Westar itu dibeli ayah dari kuala Lumpur, Malaysia dan diberikan ayah untuk emak 25 tahun silam. Jamnya masih sangat bagus. Bersepuh emas, kacanya tebal berbentuk kerucut, dan di dalamnya berhiaskan permata.
“kalo dijual, harganya bisa satu juta lebih. Karena kalau jam tangan ini dibeli baru, harganya bisa 3 juta-an”, papar ayah suatu ketika melihat jam tangan Westar terletak begitu saja di atas lemari pakaianku. Padahal jam tangan itu kuletakkan dalam kotak kecil bening bersama dengan...